Kembali ke semua layanan

01 — Layanan

Brand Strategy

Menentukan brand kamu berdiri untuk apa, sebenarnya untuk siapa, dan harus berbicara seperti apa — sebelum satu rupiah pun dibelanjakan untuk konten.

Apa ini

Sebagian besar brand yang datang ke kami tidak kekurangan konten. Mereka posting rutin, kadang ramai, tapi penjualannya tidak bergerak — dan tidak ada yang bisa menjelaskan kenapa. Hampir selalu penyebabnya sama: tidak pernah ada keputusan yang jelas soal brand ini untuk siapa dan bedanya apa.

Brand strategy adalah pekerjaan mengambil keputusan itu, lalu menuliskannya supaya semua orang di tim bekerja dari pemahaman yang sama. Bukan dokumen tebal untuk dipajang — tapi pijakan yang dipakai setiap kali ada pertanyaan "konten ini sebaiknya gimana?".

Kami mengerjakannya lewat riset, bukan brainstorming di ruangan tertutup: melihat siapa yang benar-benar membeli, apa yang sudah dilakukan kompetitor, dan di celah mana brand kamu punya alasan untuk dipilih.


Yang kamu dapat

  • Audit brand & pemetaan kompetitor

  • Definisi audiens — siapa yang benar-benar membeli

  • Positioning & value proposition

  • Messaging framework & tone of voice

  • Brand architecture, kalau brand-nya lebih dari satu

Cocok untuk

  • Brand yang kontennya ramai tapi penjualannya diam

  • Owner yang ingin membangun personal brand

  • Bisnis dengan beberapa brand yang citranya tumpang tindih

  • Brand yang mau masuk ke segmen baru

Pertanyaan yang sering masuk

Tergantung cakupannya — satu brand tentu berbeda dengan tujuh brand sekaligus. Timeline pastinya kami tulis di proposal, sebelum kamu menyetujui apa pun.

Tidak harus. Tapi urutannya penting: identitas visual yang dibuat tanpa strategi biasanya berakhir jadi perdebatan selera, karena tidak ada patokan untuk menilai mana yang benar.

Bagus — berarti kerjanya lebih cepat. Kami mulai dari apa yang sudah ada, menguji mana yang masih berlaku, dan memperbaiki bagian yang membuat tim kamu ragu.

Investasi mulai dari Rp 5.000.000 per proyek. Angka akhirnya tergantung cakupan, dan selalu kami sampaikan tertulis sebelum pekerjaan dimulai.

Mau tahu apakah ini yang brand kamu butuhkan?

Ceritakan situasinya. Kalau ternyata bukan ini yang kamu perlukan, kami bilang apa adanya.